
Berada di dekatmu ku masih merasa jauh. Aku ingin memanggil hatimu, mengetuk pintu kalbu. Akankah kau buka, dan persilakan harapanku menjadi bagian dari jiwamu. Perlukah aku menjadi tamu, atau sudahkah aku bukan orang lain bagimu.
Aku memiliki keyakinan tentangmu. Namun dunia kini tak jarang mengajakku mengoreksi lebih jauh keberadaanmu. Apakah masih ada di pijakan yang telah kita ikrari. Semoga karena cinta. Dan tuntunan dari Sang Pencipta.
Dunia kini sering mempedaya... Mengaburkan hakikat cinta. Memberi polesan indah kemaksiatan, dan mencibir idealisme nurani. Cahaya Illahi...
Kupasrahkan hatimu pada-Nya.
No comments:
Post a Comment