Ketika cinta telah kehilangan makna. Menyisakan hanya sepenggal penafsiran naif. Tepatnya hawa nafsu, namun dikaburkan oleh kemilau siasat biang kedurjanaan.
Sehingga di saat yang sama kebiadaban menjadi perilaku iblis berwujud manusia; mereka masih bisa menganggap diri sebagai manusia yang memiliki cinta. Apakah mereka buta atau membutakan diri. Mengerti namun mendustai hati nurani.
Saudara-saudaraku yang gugur di bumi Palestina. Adalah korban kebiadaban iblis berwujud manusia.
Hati ini perih. Ini adalah suntikan yang membangkitkan semangat dan kepedulian kami. Memulai saat ini, dengan segenap kemampuan yang dianugerahkan oleh Sang Maha Pemberi Cobaan.
Allahu Rabbi...
Bimbing kami untuk mewujudkan cinta; bagi saudara-saudara kami di bumi mulia...
No comments:
Post a Comment